Dalam kehidupan sehari-hari, sedotan adalah benda yang selalu ada saat kita minum. Saat memesan minuman di restoran, membeli minuman kemasan di minimarket, menghadiri pesta, dan berbagai acara pertemuan keluarga hingga bisnis. 

Adanya sedotan plastik membuat kita lebih mudah untuk minum. Bukan hanya mudah, tetapi juga secara kebersihan menggunakan sedotan plastik jauh lebih bersih. Karena biasanya sedotan plastik akan dilindungi plastik supaya tidak kotor. Lalu, setelah menggunakannya, kita bisa langsung membuangnya tanpa perlu repot mencucinya.  

Namun, di balik kepraktisannya ternyata sedotan plastik merupakan limbah paling banyak dan berbahaya bagi biota laut.Sebagai gantinya, ada beberapa alternatif yang dapat digunakan. Salah satunya adalah sedotan kertas yang diklaim ramah lingkungan. Namun, apakah sedotan kertas benar-benar ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan?

 

Sedotan Kertas Ramah Lingkungan Mudah Lembek

Berbeda dengan plastik yang tahan air, sedotan kertas ramah lingkungan cenderung mudah meresap air. Menggunakan sedotan berbahan kertas dalam waktu lama akan membuat sedotan menggumpal dan lembek. Sehingga, sedotan akan mampet dan terasa tidak nyaman saat digunakan. 

Jika Anda menggunakan sedotan kertas, ada baiknya minuman segera dihabiskan sebelum sedotan semakin lembek dan hancur. Umunya, sedotan kertas ramah lingkungan baik digunakan selama 30 hingga 1 jam setelah terkena air. Hal ini juga untuk menghindari sedotan kertas yang sudah hancur tertelan. 

 

Hindari Mengunyah Sedotan Kertas Ramah Lingkungan

Saat minum dengan sedotan, beberapa orang cenderung memiliki kebiasaan menggigit dan mengunyah sedotan. Ketika menggunakan sedotan plastik, mungkin hal ini tidak akan mengubah sedotan. Tetapi, saat menggunakan sedotan kertas sebaiknya Anda tidak menggigit atau mengunyah sedotan. 

Bukan hanya lembek dan mudah menyerap air, sedotan kertas juga cenderung mudah hancur saat digigit. Sehingga akan menyebabkan potongan sedotan kertas akan tertelan. Meski sudah dilakukan layak uji pangan dan memiliki food grade certified, bukan berarti sedotan kertas dapat dikonsumsi. Hal ini penting untuk diperhatikan terutama anak-anak di bawah usia 6 tahun. 

 

Sedotan Kertas Ramah Lingkungan Mudah Bengkok

Umumnya, saat akan minum minuman dalam kemasan, kita harus menusuk lubang sedotan pada kotak kemasan minuman. Merobek lubang dengan sedotan plastik adalah hal yang mudah. Berbeda dengan sedotan kertas yang memiliki kepadatan yang kurang baik. Sehingga, seringkali saat menusuk lubang yang terjadi adalah sedotan kertas menjadi bengkok bahkan berlubang. Hal ini tentu membuat kita susah untuk minum. 

 

Lalu, Apakah Sendok Kertas Ramah Lingkungan?

Seperti yang banyak kita ketahui, untuk dapat memproduksi sedotan kertas ramah lingkungan, perlu dilakukan pemotongan pohon. Jika demikian, apakah sedotan kertas dapat dikatakan lebih ramah lingkungan dibandingkan sedotan plastik?

Beberapa sedotan kertas ternyata ada yang tetap mengandung plastik meski dalam persentase yang kecil supaya sedotan lebih awet, tidak mudah penyok, dan tidak mudah leleh. Sedangkan sedotan plastik ramah lingkungan menggunakan kertas murni sebagai bahan dasarnya. 

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengetahui bagaimana produsen sedotan kertas tersebut mengelolah perkebunannya. Terdapat dua tipe produsen sedotan kertas ramah lingkungan, yaitu produsen yang mengolah perkebunannya secara berkelanjutan dan tidak. Selain perkebunan, dalam hal pengolahan hingga pendistribusian setiap produsen juga berbeda untuk dapat dikatakan ramah lingkungan. 

 

Sehingga, untuk menyebut sedotan kertas ramah lingkungan, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan. Mulai dari pengolahan, produksi, hingga sedotan kertas tersebut sampai di tangan konsumen. Untuk mendapatkan produk plastik berkualitas, Anda dapat membelinya di siniRhinoplast merupakan pabrik plastik PVC di Surabaya yang menyediakan berbagai produk PVC dengan kualitas terbaik dengan harga bersaing. Klik di sini untuk pemesanan atau tanya mengenai produk.