BPA atau Bisphenol-A merupakan bahan kimia yang kerap digunakan untuk membuat kemasan plastik polikarbonat agar tetap keras dan tidak mudah hancur. Kandungan BPA ini biasanya ditemukan dalam produk kemasan plastik seperti tempat makan, botol minum, botol susu bayi dan lainnya.

Namun bukan rahasia lagi, jika kemasan BPA ini telah ‘digembar-gemborkan’ memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ikatan unsur kimia BPA yang tidak stabil membuat zat-zat kecil terlepas ke dalam makanan atau minuman yang disimpan pada kemasan plastik tersebut. Terlebih saat kemasan plastik terkena panas atau saat direbus/disterilisasi pelepasan zat kimia akan semakin banyak dan tentunya semakin berbahaya.

Para peneliti menyebutkan jika zat kecil dari BPA yang terlepas dan menempel pada makanan atau minuman yang kemudian dikonsumsi dapat menjadi senyawa yang mengganggu hormon. Unsur kecil dari zat BPA ini akan mengganggu fungsi normal dari sistem hormon manusia hingga berdampak pada kesehatan tubuh seperti gangguan proses reproduksi, perkembangan, hingga munculnya masalah tingkah laku atau behavioural.

Dirangkum dari berbagai sumber inilah dampak menggunakan kemasan plastik mengandung BPA yang perlu Anda waspadai.

 

1. Diabetes Tipe 2

Inilah Dampak Menggunakan Kemasan Plastik Mengandung BPA

Sebuah studi menunjukkan bahwa unsur kimia BPA yang terlepas dan menempel pada makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2. Paparan BPA mempengaruhi resistensi atau ketahanan insulin, penambahan berat badan hingga penyakit metabolik lainnya.

 

2. Penyakit Jantung

Kandungan Bisphenol-A (BPA) dengan dosis tinggi pada kemasan plastik dapat menyebabkan penyempitan urat nadi (arteri) yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Masalah kesehatan pada kardiovaskuler ini akan lebih kompleks karena dapat menyebabkan gangguan penyakit jantung arteri koroner, angina, serangan jantung, hipertensi, hingga penyakit arteri perifer.

 

3. Gangguan Kanker

Kemasan plastik BPA yang digunakan sebagai wadah makanan atau minuman panas dipercaya dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Senyawa karsinogenik atau zat penyebab kanker yang dilepaskan dari BPA sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kanker payudara, prostat dan kanker lainnya yang dapat mengancam kesehatan. 

 

4. Gangguan Reproduksi

Inilah Dampak Menggunakan Kemasan Plastik Mengandung BPA

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction mengungkapkan jika paparan BPA pada wanita dapat menurunkan jumlah sel telur yang siap dibuahi. Selain itu, ditemukan pula aktivitas spontan pada sel telur yang bertindak seolah-olah telah dibuahi padahal sebenarnya belum. Hal ini tentu akan berpengaruh pada proses reproduksi atau kesuburan wanita.

 

5. Gangguan Pada Kelompok Anak

Inilah Dampak Menggunakan Kemasan Plastik Mengandung BPA

Tak hanya terjadi pada dewasa, dampak plastik BPA juga dapat terjadi pada usia anak. Paparan Bisphenol-A yang terlepas dari wadah plastik dapat mempengaruhi senyawa yang dihasilkan otak, seperti dopamine, serotonin, acetylcholine, dan hormon thyroid. Paparan plastik BPA juga dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang, perilaku depresif, ansietas, dan hiperaktif yang akan mempengaruhi perilaku emosional dan kekerasan pada anak. 

 

Itulah deretan dampak menggunakan kemasan plastik mengandung BPA. Untuk menghindari dampak buruk kemasan plastik, Anda dapat memilih wadah dengan label BPA free atau bebas BPA. Sebelum membeli kemasan plastik periksa kode daur ulang atau recycle codes. Jangan pilihan kemasan plastik dengan  kode daur ulang 3 atau 7 karena kemasan tersebut belum BPA free.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan kemasan plastik berkualitas di sini. Rhinoplas merupakan perusahaan besar nasional yang bergerak di bidang industri plastik yang menghasilkan berbagai macam kebutuhan plastik. Dengan kecanggihan mesin yang digunakan, produk aneka plastik yang dihasilkan tentu berkualitas dan terbaik. Hubungi kami untuk mengetahui detail produk selengkapnya di sini.